Sindrom Iritasi Usus Besar, Penyebab dan Gejalanya

Apa yang dimaksud dengan sindrom iritasi usus besar? Ini adalah suatu jenis hambatan yang membuat usus tidak berfungsi secara baik. Hal ini ditandai dengan rasa nyeri pada bagian perut.

Gejala penyakit ini bisa berupa sembelit, diare, dan mengeluarkan gas berlebihan. Adapun yang menjadi penyebabnya masih misterius. Para pakar masih meneliti penyebab penyakit yang sulit disembuhkan ini.

Gangguan iritasi usus ini merupakan penyakit yang berbahaya. Karena tak bisa disembuhkan sampai kapanpun juga. Penyakit ini hanya bisa dikurangi dampak negatifnya dengan melakukan perawatan yang intensif.

sindrom iritasi usus besar

Penyakit sindrom iritasi usus ini juga terjadi dan dialami seseorang selama hidupnya. Sehingga anda harus menjaga diri terkena penyakit ini. Untuk mengetahui penyakit ini mengidap pada tubuh seseorang ataukah tidak hanya dapat dilakukan oleh dokter melalui diagnosis medis.

Penyebab Sindrom Iritasi Usus Besar

Berdasarkan riset kedokteran bahwa penyakit ini dapat terjadi pada setiap orang. Sekitar 20 persen orang dewasa umumnya telah mengidap iritasi usus ini. Adapun yang menjadi penyebab umum terjadinya penyakit sindrom iritasi usus besar pada orang dewasa, antara lain:

1.Pengaruh dari hormon

Pada umumnya, penyakit iritasi usus ini lebih rentan menyerang kaum perempuan ketimbang pria. Khususnya bagi perempuan yang tengah haid.

2.Minum minuman tertentu

Minuman yang dapat memicu penyakit usus besar ini adalah minuman yang mengandung soda, alkohol dan kafein. Jika seseorang sudah pernah mempunyai riwayat iritasi usus sebaiknya menghindari minuman jenis ini supaya penyakit ini tak kambuh lagi.

Baca juga: Manfaat Buah Jambu Biji Untuk Ibu Hamil

3.Makan makanan tertentu

Makanan yang disebut pemicu iritasi usus besar sangat banyak. Salah satunya makanan yang memiliki zat protein gluten. Zat gluten terdapat pada makanan jelai, pasta, sereal dan gandum. Menurut penelitian, orang yang mengalami gejala sindrom iritasi usus besar sejak ia menghentikan makanan mengandung gluten maka ia kembali sehat.

4.Syaraf usus mengalami gangguan

Saraf usus yang mengalami gangguan akibat infeksi oleh bakteri atau virus bisa menjadi pencetus IBS. Semua itu bisa dikarenakan kinerja usus yang berfungsi baik terpengaruh oleh infeksi.

5.Stres

Orang yang stres lebih rentan terkena sindrom penyakit ini. Hal tersebut dikarenakan depresi, stres, cemas dan sejenisnya bisa mengganggu performa saraf dan otak hingga ke pencernaan.

Gejala Sindrom Iritasi Usus Besar

Para ahli medis sering menyebut sindrom iritasi usus besar dengan sebutan IBS (Irritable bowel syndrome). Gangguan organ tubuh usus besar yang membuat performanya sangat menurun.

Dengan penurunan kinerja menimbulkan berbagai macam penyakit dan gejala. Seperti sembelit, diare, buang gas berlebih, perut kembung, sakit perut, dan feses ada lendir.

Namun yang paling jelas dan utama dari gejala penyakit IBS adalah seseorang mengidap gangguan pencernaan selesai makan. Perut terasa sakit yang berarti organ dalam perut mengalami infeksi dan radang.

Banyak orang menganggap gejala sindrom iritasi usus besar ini sepele. Padahal setelah diperiksa oleh dokter, banyak diantara mereka divonis mengidap IBS (Irritable bowel syndrome).

Orang yang rentan terkena penyakit sindrome iritasi usus besar adalah kalangan perempuan yang berumur dibawah 45 tahun. Sehingga bagi kalangan wanita semaksimal mungkin untuk menjaga diri supaya dapat terhindar dari penyakit ini. Dengan cara menerapkan pola hidup sehat, makan teratur, tidak telat makan, tak minum minuman beralkohol dll.

Seseorang bisa disebut mengidap iritasi usus besar jika mengalami tanda-tanda berikut ini, antara lain:

1.Sakit Perut

Banyak orang yang menganggap sakit perut sebagai sakit yang sangat sepele. Cukup beristirahat maka akan sembuh. Namun jika sakit perut berulang-ulang disertai selalu buang air besar menjadi persoalan tersendiri yang menjadi pertanda seseorang mengidap sindrom iritasi usus besar.

2.Diare

Diare adalah bukti selanjutnya dari seseorang telah menderita IBS. Hal ini berdasarkan penelitian bahwa sepertiga pengidap iritasi usus besar menderita sakit diare. Yang tentu saja mengganggu kegiatan sehari-hari.

3.Sukar tidur

Sukar tidur di malam hari merupakan pertanda seseorang menderita sindrome iritasi usus besar. Setiap hari selalu merasakan resah dan gelisah tanpa sebab. Kalaupun bisa tidur hanya sebentar. Pada waktu malam hari, ia terbangun. Pendek kata, orang yang menderita sindrome iritasi usus besar terlihat dari ia menderita penyakit insomnia.

4.Merasakan kelelahan

Orang yang mudah lelah tidak selamanya ia divonis mengalami kurang darah atau anemia. Namun kadang bisa juga dikarenakan ia menderita sindrom iritasi usus besar. Sepanjang hari badannya merasa letih dan lesu. Ia sudah tak produktif lagi dalam bekerja. Bekerja sebentar sudah merasakan capek. Ini merupakan sebagian pertanda ia menderita IBS.

Pengobatan Sindrom Iritasi Usus Besar

Pengobatan merupakan hal yang mutlak perlu dilakukan supaya penyakit iritasi usus tak menjadi akut dan kronis. Namun sayangnya, hingga hari ini belum ditemukan cara yang efektif untuk mengobati penyakit ini. Pengobatan hanya sekedar meredakan gejala atau rasa nyeri.

Salah satu yang dilakukan adalah menerapkan gaya hidup sehat dan pola makan yang sehat. Berikut ini sedikit pengobatan yang dapat membantu menyembuhkan sindrom iritasi usus besar, antara lain:

1.Menerapkan Pola Makan yang Sehat dan Tepat

Seperti makan dengan porsi yang sedikit, makan tepat pada waktunya atau tak terlambat makan, sering makan buah-buahan dengan porsi kurang dari 3 porsi, tak makan makanan yang mengandung lemak, minum air putih minimal 8 gelas per hari dan mengunyah makanan sampai halus sebelum menelannya.

2.Menghindari Makanan Penyebab Penyakit

Tidak makan dan minum jenis makanan dan minuman yang dapat membuat terjadinya iritasi usus. Seperti minuman bergas. Untuk jenis minuman misalkan minuman mengandung kafein, minuman berkarbonasi dan beralkohol, dll. Sedangkan untuk jenis makanan bergas seperti kacang-kacangan, kubis, kembang kol dan brokoli.

3.Makan Makanan Berserat

Makan makanan berserat sangat bagus untuk melancarkan pencernaan sekaligus kesehatan usus besar. Bagi penderita sindrom iritasi usus besar sangat dianjurkan untuk makan makanan berserat secara rutin. Misalkan buah-buahan dan sayur sayuran.

4.Menghindarkan Stres

Pemicu penyakit iritasi usus ini bisa disebabkan oleh rasa stres. Sehingga diperlukan upaya untuk mengurangi atau menghindarkan diri dari stres. Dengan semakin berkurang rasa stres maka penyakit ini akan semakin ringan dampaknya. Sebaliknya, jika rasa stres terus sepanjang hari akan membuat sakit iritasi usus semakin parah.

5.Olahraga Rutin

Dengan berolahraga secara rutin mampu mengurangi dampak kerusakan dari IBS. Bahkan penyakit sindrom iritasi usus besar dapat disembuhkan secara perlahan. Hal ini karena manfaat olahraga yang sangat besar untuk kesehatan badan dan pikiran. Namun jenis olahraga yang harus dilakukan adalah olahraga tertentu. Anda bisa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

6.Minum Obat Pereda Iritasi Usus

Semua pengobatan alami di atas mesti didukung oleh pengobatan medis yakni mengkonsumsi obat penghilang IBS, sobat bisa bertanya kepada dokter mengenai obat yang bagus untuk penderita sindrom iritasi usus ini.

Biasanya dokter akan memberikan resep obat antikolinergik, obat antidiare, anti depresan trisiklik, obat pencahar untuk sembelit, obat perut dan obat anti depresan SSRI.

Demikianlah berbagai penyebab dan gejala sindrom iritasi usus besar yang wajib Anda tahu. Dengan deteksi sejak dini akan memudahkan Anda mencegahnya menjadi kronis. Ada sejumlah cara mengatasi dan mengobati penyakit ini yang bisa Anda lakukan.

Leave a Reply